Selasa, 28 Maret 2017

HUKUM DASAR KIMIA, KELAS X

   

  
1. HUKUM KEKEKALAN MASSA (HUKUM LAVOISIER)
 Pernahkah anda memperhatikan sepotong besi  yang dibiarkan di udara terbuka, dan pada
 suatu waktu kita akan menemukan, bahwa besi itu telah berubah menjadi karat besi? Jika kita
 timbang massa besi sebelum berkarat dengan karat besi yang dihasilkan, ternyata massa karat
 besi lebih besar. Benarkah demikian ? Dari peristiwa tersebut kita mendapatkan gambaran  seo  lah-olah dalam reaksi kimia terjadi perbedaan massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. 
Antonie Laurent Lavoisier (1743-1794) seorang ahli kimia Prancis telah menyelidiki hubungan massa zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat-zat sebelum reaksi kemudian menimbang hasil-hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reaksi s lalu sama.
Akan tetapi perubahan-perubahan materi umumnya berlangsung dalam sistem terbuka sehingga apabila hasil reaksi ada yang meninggalkan sistem (seperti pembakaran lilin) atau   apabila suatu zat dari lingkungan diikat (seperti proses perkaratan besi yang mengikat oksigen dari udara, maka seo-
lah-olah massa zat sebelum dan sesudah reaksi menjadi tidak sama.
 Lavoisier menyimpulkannya dengan hukum kekekalan massa, yaitu :
 ”Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap”
 Contoh : hidrogen    +    oksigen    air
                                                      (4gr)                (32gr)       (36gr)
  
 LATIHAN  4.1 :
 1. Sebanyak 100 g batu kapur dipanggang dalam tungku, terbentuk 56 g kaput tohor dan gas
     karbon dioksida. Tuliskan persamaan reaksinya dan hitung berapa gram gas CO2 yang diha-
     silkan?
 2. Sebanyak 8,4 g NaHCO3 ditambahkan ke dalam larutan HCl yang massanya 20 gram, dan ter-
     jadi reaksi disertai pembebasan gas CO2. Setelah bereaksi, massa campuran yang terukur 24 g
     Berapa massa karbondioksida yang hilang selama reaksi?

                                               
 2. HUKUM PERBANDINGAN TETAP(HUKUM PROUST)
 Senyawa dibentuk oleh dua unsur atau lebih, sebagai contoh air(H2O). Air dibentuk oleh dua unsur yaitu hidrogen dan oksigen. Bagaimanakah kita mengetahui massa unsur hudrogen dan oksigen yang terdapat dalam air?
 Yoseph Louis Proust (1754-1826) seorang ahli kimia Prancis mencoba menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk membentuk air.

 Tabel 4.1 : Hasil eksperimen Proust
Massa hidrogen
yang direaksikan
(gram)
Massa oksigen      yang direaksikan
(gram)
Massa air
yang terbentuk
(gram)
Sisa Hidrogen
atau oksigen
(gram)
1
2
1
2
8
8
9
16
9
9
9
18
-
1 gr hidrogen
       1 gr oksigen
-
         Dari tabel di atas terlihat, bahwa setiap 1 g gas hidrogen bereaksi dengan 8 ggas oksigen
menghasilkan 9 g air. Halini membuktikan bahwa massa hidrogen dan massa oksigen yang ter –
kandung dalam air memiliki perbandingan yang tetap, yaitu 1 : 8, berapapun banyaknya air yang terbentuk. Dari percobaan yang dilakukannya Proust mengemukakan teorinya yang dikenal dengan hukum perbandingan tetap, yaitu :

        ”Perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap”

Contoh soal :
Jika kita mereaksikan 4 g hidrogen dengan 40 g oksigen, berapa gram air yang terbentuk ?
Jawab : Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen = 1 : 8
             Perbandingan massa hidrogen dengan oksigen yang dicampurkan = 4: 40

             Oleh karena perbandingan hidrogen dan oksigen = 1 : 8 maka 4 g hidrogen memerlukan
            4  x 8 g oksigen = 32 g, masihada oksigenyang bersisa =40 – 32 = 8 g
            1
            Untuk mengetahui massa air yang terbentuk, perhatikan  di bawahini :
 Persamaan reaksi                 :     H2     +       O2       H2O
 Perbandingan massa            :      1                 8
 Awal reaksi                          :      4 g            40 g  
 Yang bereaksi                      :      4 g            32 g           36 g
 Oksigen sisa                         :      -                 8 g

             Hukum Proust dapat diterapkan dalam penentuan kadar unsur atau massa unsur dalam
senyawa. Secara umum untuk senyawa : AmBn  
              % A dalam  AmBn  = m x Ar A   x   % AmBn
                                                    Mr AmBn
           ●  Massa B dalam AmBn = n x Ar B  x  massa AmBn
                                                         Mr  Ar B
          5    
Dari rumus di atas dapat diturunkan rumus kadar zat dalam campuranatau cuplikan atau mineral
 atau bijih, yaitu : % zat dalam campuran = banyaknya zat tersebut  x  100%   
                                                                      banyaknya campuran
Contoh soal : Berapa kadar C daslam 50 g CaCO3 ?(Ar Ca = 40; C = 12; O = 16)
Jawab          : Massa C = (Ar C/CaCO3) x massa CaCO3
                                     =  12/100 X 50 g = 6 g
                      Kadar C = massa C / massa CaCO3 x 1005
                                    = 6/50   x   100%  = 12%
 
 LATIHAN 4.2 :
 1. Logam Kalium dibakar dengan oksigen membentuk K2O. Percobaan dilakukan tiga kali.
     Setiap kali percobaan hasilnya dianalisis dan ditabulasikan ke dalam tabel berikut.
    
Percobaan 1
Percobaan 2
Percobaan 3
Massa K2O
Massa Kalium
Massa Oksigen
2,50 g
1,40 g
1,10 g
1,82 g
1,22 g
0,60 g
2,76 g
1,83 g
0,93 g
   Tunjukkan bahwa data hasil percobaan di atas sesuai dengan hukum perbandingan tetap dari
Proust!
 2. Perbandingan massa karbon dan oksigen dalam CO2 adalah 3 : 8. Jika tersedia 6 gram karbon,
     berapa gram oksigen yang diperlukan dan berapa gram karbondioksida yang dihasilkan?


3.HUKUM KELIPATAN PERBANDINGAN (HUKUM DALTON)

Komposisi kimia ditunjukan oleh rumus kimianya. Dalam senyawa
seperti air, dua unsur bergabung dan masing-masing menyumbang-
kan sejumlah atom tertentu untuk membentuk suatu  senyawa. Dari
dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan
berbeda-beda. Misalnya, belerang dengan oksigen dapat memben –
tuk senyawa  SO2 dan SO3. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat
dibentuk senyawa H2O dan H2O2.
Johm Dalton (1766-1844) seorang ahli fisika dan kimia dari Inggris menyelidiki perbandingan unsur-unsur tersebut pada setiap
semyawa dan menemukan pola keteraturan. Pola tersebut dinyata-
kan sebagai hukum kelipatan perbandingan, yang bunyinya :
”Apabila dua unsur dapat membentuklebih dari satu senyawa, ma-
ssa salah satu unsur tersebut tetaop(sama) maka perbandingan ma –
ssa salah satu unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut me-
                                                    rupakan bilangan bulat dan sederhana”.
 Contoh :
 Nitrogen dan oksigen dapat membentuk senyawa-senyawa N2O, NO, N2O3 dan N2O4 dengan
 komposisi massa terlihat dalam tabel berikut.
 Tabel 4.2. Perbandingan Nitrogen dan Oksigen dalam senyawanya
Senyawa
Massa Nitrogen
(gram)
Massa Oksigen
(gram)
Perbandingan
N2O
NO
N2O3
N2O4
28
14
28
28
16
16
48
64
7 : 4
7 : 8
7 : 12
7 : 16
 Dari tabel tersebut,  terlihat bahwa apabila massa N dibuat tetap sebanyak 7 gram , maka per –
 bandingan massa Oksigen dalam :
 N2O : NO : N2O3 : N2O4= 4 : 8 : 12 : 16 atau 1 : 2 : 3 : 4
6
 LATIHAN 4.3 :
2.      Tunjukkan bahwa data berikut sesuai hukum kelipatan per bandingan dari Dalton. Bagaimana
     rumus kedua senyawa itu?
     Senyawa A : 63,6 % N dan 36,4 % O
     Senyawa B : 46,7 % N dan 53,3 % O

 4. HUKUM PERBANDINGAN VOLUME (HUKUM GAY LUSSAC)

Pada awalmya para ilmuwan menemukan bahwa gas hidrogen dapat bereaksi dengan gas oksigen membnetuk air. Perbandingan volume gas hidrogen dan gas oksigen dalam reaksi tersebut tetap,
yaitu 2 : 1. Kemudian pada tahun 1808 Joseph Louis Gay Lussac (1778-1850) ilmuwan Prancis berhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi dengan menggunakan berbagai macam gas.
                                                                

Gambar Percobaan Gay Lussac:
Menurut Gay Lussac agar reaksi sempurna untuk setiap 2 volume gas Hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas Oksigen membentuk 2 volume uap air.  Semua gas yang direaksikan dan hasil reaksi, diukur pada suhu dan tekanan yang sama atau (T,P) sama. Perhatikan data percobaan di bawah ini :
Tabel 4.3 :      Data Percobaan Reaksi Gas

No
Volume gas yang bereaksi
Hasil reaksi
Perbandingan Volume
1.
1 L Hidrogen + 0,5 L Oksigen
1 L Uap air
2 : 1 : 2
2.
2 L Nitrogen + 6 L Hidrogen
4 L Amonia
1 : 3 : 2
3.
1 L Hidrogen + 1 L Klor
2 L Hidrogen Klorida
1 : 1 : 2
4.
1 L Etilena + 1 L Hidrogen
1 L Etana
1 : 1 : 1
Dari data percobaan di atas, perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi adalah berbanding sebagai bilangan bulat. Data percobaan ini sesuai dengan Hukum perbandingan volume atau yang dikenal sebagai Hukum Gay Lussac.
Hukum Gay Lussac menyatakan bahwa :  Pada suhu dan tekanan yang sama volume
 gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana“

7
 LATIHAN 4.4 :
 1. Tuliskan persamaan reaksi yang menunjukkan bahwa perbandingan volume gas nitrogen(N2),
     gas hidrogen(H2) yang bereaksi dan ammonia(NH3) yang dihasilkan adalah 1 : 3 : 2!
3.      Gas metana (CH4) terbakar di udara menurut reaksi :
     CH4(g) + 2O2(g)  CO2(g) + 2H2O(g)
     Jika gas metana yang terbakar sebanyak 2 liter, berapa liter gas oksigen yang diperlukan?
     Berpa liter uap air dan gas CO2 yang dihasilkan? Pada proses ini suhu dan tekanan sama.

 5. HUKUM AVOGADRO

Berdasarkan hukum perbandingan volume yang diajukan oleh Gay-Lussac,pada tahun 1811, seorang pakar kimia Italia bernama Amadeo Avogadro mengajukan hipotesis untuk mengajukan hukum tersebut.
Hipotesis itu berbunyi “ Pada suhu dan tekanan yang sama , gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekulyang sama”
Hipotesis itu berarti bahwa pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas-gas dalam persamaan reaksi , menunjukan jumlah perbandingan molekulnya.
Sebagai gambaran, misalnya pada pembentukan gas HCl dari H2 dan Cl2 adalah sebagai berikut :     

1 volume H2    +    1 volume Cl2       2  volume HCl
                                             1 molekul H2    +   1 molekul Cl2   →    2 molekul HCl
                                             n molekul H2    +   n molekul Cl2   →    2n molekul HCl
 Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, jumlah molekul H2 sama dengan jum-
 lah molekul Cl2 (volumenya sama) dan jumlah molekul HCl yang terbentuk dua kali
 jumlah molekul dari H2 dan Cl2(volume HCl dua kali dari volume H2 atau Cl2)

 LATIHAN 4.5 :
4.  Pada suhu dan tekanan tertentu, gas H2 bereaksi dengan gas N2 membentuk gas
     NH3 dengan perbandingan 3 : 1 : 2. Jika gas H2 yang bereaksi sebanyak 7,5 x 1022 molekul,
     berapakah jumlah molekul NH3 yang terbentuk?















0 komentar:

Posting Komentar